So I met some KPOP Idols pt.1

Not only met sih. Soalnya met itu kan kesannya cuma ketemu, sekilas.

Ya Niken sempet ngobrol sama beberapa idol.

Tapi jangan sangka ngobrolnya cuma bercanda haha-hihi sambil gosipin orang di coffee shop. Nope. Nggak.

Saya ketemu dan ngobrol sama mereka karena saya berkesempatan untuk mewawancarai mereka untuk acara radio saya. Hehe

Jadi, saya itu penyiar di salah satu stasiun radio Korea yang semua programnya disiarkan di Indonesia. Sebut saja namanya KBS World Radio Siaran Bahasa Indonesia. Di radio ini saya jadi semacam spesialis K-POP karena program saya yaa…soal K-POP. Namanya Bahana Lagu Korea dan bisa didengarkan melalui website kita di http://world.kbs.co.kr/Indonesian setiap hari Minggu jam 6 sore WIB atau di aplikasi KBS World Radio di jam yang sama (iya ini promosi.)

Dan dimulai bulan April kemarin kita punya sebuah segmen baru yang namanya K-POP Eksklusif. Di segmen ini saya setiap bulannya akan ngobrol dan mewawancarai idola K-POP. Biasanya kecuali ada penghalang kita pas ngobrol itu juga akan ditayangkan secara langsung via Facebook Live dan pada saat wawancara itu pun saya akan mengambil pertanyaan dari para penonton di FB live itu untuk langsung saya tanyakan ke para idola.

“Kakak ngobrol sama merekanya pake bahasa apa kak?” Pake bahasa Korea. Jadi pas wawancara itu saya ngomong pake dua bahasa sekaligus. Karena programnya untuk pendengar Indonesia tentu pake bahasa Indonesia saat membawakan acara, terus pertanyaan dari penonton FB live pun datangnya mayoritas bahasa Indonesia. Di saat yang bersamaan, saat menanyakan ke para idola itu tentu aja saya langsung nerjemahin ke bahasa Korea. Jadi saya mesti pinter-pinteran tuh¬†switching bahasa Indonesia-Korea dalam waktu yang singkat dan mesti bisa ngartiin tanpa banyak kesalahan.

“Susah ga kak?” Bo, biasa selesai wawancara saya diem dulu beberapa menit, gabisa mikir. Otaknya overload, udah kayak komputer kebanyakan dipake kan langsung lemot panas tuh. Ya sama lah haha.

Oke kita lanjut aja ke ngobrol sama idol-nya ya. Ini kebiasaan nih Niken suka ngalor-ngidul kalo ngomong.

Jadi, pertama banget saya interview idol itu Oh My Girl! di bulan April kemarin.

1493359885BW1I9597

Wow saya terlihat besar sekali. Tapi emang besar sih. Kalau mau tau saya yang mana, itu saya yang di tengah lagi buat hati pake tangan….of course not, I’m the one on the far left with my ugly two colored hair. Beside me was my partner, Kevin.

Kevin juga salah satu penyiar di KBS World Radio Indonesia, cuma dia beda program sama saya. Kemarin ini dia ikut bantuin saya karena saya panik juga mesti siaran sekaligus nerjemahin. For the very first time. Jadi dia bantuin deh eh

First impression: wow mereka manis banget. Parah manisnya bener-bener manis banget gemes banget. Sampai sekarang, 3 months after, saya masih inget banget gimana mereka terharu pas saya menyebutkan nama mereka satu persatu bahkan sebelum mereka memperkenalkan diri. Oh, sama pas mereka minta diajarin ngomong bahasa Indonesia dasar seperti ‘Apa Kabar’ dan ‘Aku Cinta Kamu’.

Man, they were really cute.

Pas interview juga seru banget. Mereka enak banget diajak ngobrol, seru banget dan they kept the conversation going! It was my very first time and I was afraid that it would be awkward, but no, nope. They helped me a real lot.

Sampai di akhir pun pas mereka udah mesti kembali ke waiting room (pas itu interviewnya sebelum mereka perform di Music Bank), mereka masih ngobrol sama kita dan manis banget. (They called me unni!! I!! Cry!!!!)

Overall, they were good girls, cute, great, pretty, tiny, and cute, and put any good kata sifat here. Seriously.

Kalau ada yang penasaran kita waktu itu interviewnya gimana, bisa langsung nonton di website KBS World Radio Indonesia

Setelah Oh My Girl, bulan Juni lalu saya interview Chungha. Yes, the Produce 101, IOI Chungha yes. It was also a real good experience and I can write another blog post about my interview with her. And I will. Just not now hehehe

Tunggu aja part 2-nya ya.

 

Cheers,

xxmint

How does it feel like being a fangirl in Korea?

One word: Hell.

LAH KAK KOK HELL KAN ENAK DI KOREA BISA LANGSUNG KETEMU OPPA BISA NGELIAT OPPA DARI DEKET BISA GAMPANG LIAT OPPA BISA LEBIH MURAH NGELIAT OPPA BISA——

Yes I get what you guys want to say but THAT IS EXACTLY WHY I KEEP SAYING THAT THIS IS HELL.

Gini deh. Perumpamaannya anggap aja kalian pecinta cake. Suka banget sama berbagai jenis cake dan bisa makan cake kapanpun kalian mau. Kalo ada jenis cake baru ya maunya nyoba rasanya gimana lalalalilili dan bisa pergi ke berbagai tempat demi cake.

Tapi kan mau beli cake mesti keluar duit yang nggak sedikit. Terus belum lagi tempatnya suka ngantri. Dan kadang tempatnya jauh jadi bayar transportnya mahal.

Tapi gampang untuk diraih karena tempat lo tinggal banyaaak banget cake yang enak enak.

Terus lo gimana? Apakah lo akan terus tiap hari beli cake? Apa malah jadi mikir ‘jir kalo gue beli cake mulu nanti duit gue abis, nanti perut gue gendut’ lalalili?

Nah Niken Niken ini kebetulan tipe yang kedua gais.

Jadi even though gue bisa banget untuk ketemu idol or at least ngeliat idol dari deket (seriusan gue kalo mau liat idol tiap hari jumat tinggal dateng pagi ke kantor, nunggu deket parkiran sampe jam 10 terus masuk ke kantor), tapi gue mikir juga kalo mau gitu terus.

Duit gue bo’.

Belom lagi hidup gue sebagai orang yang sangat multifandom. Gue ga mengenal batasan dalam stanning idol. Like, ada orang yang udah tuh nge-stan BAP ya BAP aja terus, Super Junior ya mereka aja terus, Big Bang ya —you get the gist lah. Gue adalah pecinta musik KPOP yang kalo musiknya gue suka ya gue bisa aja nge-stan mereka. Sekarang aja untuk idol yang gue stan sampe gue rela keluar duit buat beli album udah ada 4, BAP, Day6 , Topp Dogg sama NCT. NCT malah udah bisa diitung 3 lagi karena gue suka semuanya dari U, 127, sama Dream. Belum kalo diitung jumlah indie performances yang bisa gue datengin kalau gue ga bisa nahan diri.

Gais, duit ga tumbuh dari pohon.

Masalah kedua selain duit adalah waktu.

Like, gue di Korea pake visa pelajar, wajar lah ya gue mengutamakan waktu gue untuk belajar? Ya emang datengnya buat itu.

Terus godaan datang dalam nama “Oppa comeback, ada prerecording music show, tapi di hari dan jam lo ada kelas.”

Itu kalo bukan godaan setan neraka apa namanya.

Pusing ga sih lo mikir mau ngutamain kelas apa ngutamain oppa? Pengen nonton oppa tapi absen, pengen masuk kelas tapi kepikiran oppa.

Turunan setan dasar emang oppa-oppa ini.

Dan jangan lupa ‘kelas’ bisa diganti dengan ‘kerjaan’.

Gue gaakan melupakan hari dimana Topp Dogg ngadain mini fan meeting di depan kantor gue PERSIS tapi gue gabisa turun karena gue harus kerja.

Permisi Niken nangis darah dulu.

Ya itu sih sebenernya dua masalah gue dengan menjadi seorang fangirl di negara oppa.

Kalau kalian duitnya bisa metik di pohon dan ga bermasalah dengan waktu ya hidup sebagai fangirl di Korea bisa seindah surga dunia shi. Kalo nggak ya itu.

Neraka.

cheers,

xxmint

Introduction and my back story

Hello

Hi

Hi

Uhh, yeah, hi.

Welcome to Gaining Mints, a personal blog of a trash named Niken Koesoemo. This actually is not my first like first post but I would like this to be my first official post. Just because. Ehe.

So, in this post I would like to introduce myself first and also explain why am I writing in this blog. I will most probably mix Bahasa Indonesia and English and please bear with it, because I actually feel weird writing in Bahasa Indonesia??? Not that I want to show off my fluent English because I??? Am not??? Fluent???? But yeah please bear with it.

So, Niken itu adalah fangirl kpop akut yang sudah terjebak in this freakin hellhole for like 10 years or ya sejak gue diracunin don’t don-nya super junior sama senior gue pas kelas 1 SMA sekitar tahun 2007?? Sejak itu gue yang tadinya half-ass visual kei fan yang lagi belajar bahasa Jepang langsung banting setir belajar bahasa Korea terus ended up majoring in the language for my undergrad degree aaand ended up moving to Korea for my master’s degree now.

I’m currently majoring in Media studies, and I’m sure some of you are wondering like why is she majoring in Media studies when she used to major in Korean language??? Ya jawabannya adalah karena minat gue ya disini ehe (dan seriously jurusan S2 lo ga mesti segaris lurus sama S1 lo kok buat yang belum tahu). Gue abis dulu lulus S1 sempet kerja di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia dan ngerasa kalo ilmu gue kurang banget dan jadi yaudah deh lanjut pengen belajar soal media…yang ternyata adalah langkah yang salah but we’ll get to it later.

Terus apalagi

Oh, sekarang gue juga selain sebagai part time student (kenapa part time? Karena gue langka belajarnya) gue juga kerja part time sebagai penyiar di radio internasional di Korea. Yang penasaran gue kerja dimana yaudah lah gausah penasaran, nanti juga langsung tau hahaha. Dan sejujurnya kerjaan ini adalah pekerjaan favorit gue so far karena gue bisa memanfaatkan kefasihan gue dalam perkpopan.

Nah gue memilih untuk menulis blog ini karena setelah satu setengah tahun-an tinggal di Korea, I know a lot of people would kill (not literally) to be on my spot. And the least I could do for them is to share my story, no? :))

So, intinya, gue pengen berbagi soal berbagai pengalaman gue hidup di Korea. Mulai dari pertama kuliah di Korea, nyari kerja part time, pengalaman ngejar artis, perjuangan nonton music show, ikut fansign idol, dan lain-lainnya.

Kalo ada yang mau nanya, hit me up di twitter nkoesoemo / ask.fm nkoesoemo atau lewat comment, and I will answer your questions via a blog post dengan panjang lebar dan dalam kalau dibutuhkan.

So yeah, see ya.

Cheers

xxmint.